MENCEGAH
OSTEOPOROSIS
Disusun oleh
Nidya
Agustiani Putrianti
NIM 13SP277037
Prodi S1 Keperawatan
Tingkat
1 ( satu )
Abstrak
Osteoporosis berarti
tulang yang berlubang atau keropos. Osteoporosis bisa menyebabkan patah tulang. Tanda-tanda osteoporosis : Tinggi badan memendek, nyeri pada tulang, sakit pinggang, tubuh bungkuk (kyposis). Proses perkembangan tulang sampai terjadinya
osteoporosis : Struktur
normal tulang, perubahan
massa tulang sepanjang fase kehidupan. Perubahan struktur tulang pada penderita
osteoporosis. Jenis-jenis
osteoporosis yaitu osteoporosis
primer dan osteoporosis
sekunder. Faktor Resiko Osteoporosis yaitu jenis kelamin, umur, ras, riwayat
keluarga, tipe
tubuh, monopouse. Akibat osteoporosis yaitu patah tulang pergelangan, patah tulang
belakang / punggung, patah
tulang pinggul. Cara pengobatan osteoporosis yaitu terapi medis,terapi hormon
pada wanita, terapi non-hormonal, terapi alamiah. Zat gizi pencegah
osteoporosis : Kalsium, Fosfor, Mangan dan boron, Vitamin D, Fitoestrogen
(estrogen alami). Bahan makanan pencegah osteoporosis diantaranya susu dan
produk olahannya, ikan yang di makan bersama tulangnya, buah dan sayur yang
berwarna hijau, kuning, merah, atau oranye. Resep untuk mencegah dan mengendalikan
osteoporosis diantaranya : Resep tradisional yaitu bandeng presto, belut cabai
hijau, dan gulai daun singkong
tumbuk. Minuman
mangga egg nog. Jus buah dan sayuran pencegah osteoporosis jus anggur kiwi,
hula kula, dan susu kacang hijau.
A. Latar Belakang
1. Teoritis
Banyak orang tidak menyadari pentingnya
fungsi tulang dalam hidup, yaitu memberi bentuk tubuh, sebagai melekatnya otot,
serta memberikan perlindungan pada organ dibawahnya. Tulang manusia mengalami
puncaknya pada kurun waktu umur 20 – 40 tahun, sampai terjadi proses penuaan
dimana tulang mulai kehilangan kekuatannya (Suparto, 2000). Selain itu juga
banyak kondisi yang dapat mempercepat proses berkurangnya masa tulang. Dengan
rendahnya massa tulang dapat menimbulkan pengeroposan tulang atau osteoporosis.
Hal ini dapat menyebabkan pergerakan tulang sangat terbatas, timbul rasa nyeri,
bentuk tubuh atau anggota badan berubah dan kemampuan fisik menurun. Komplikasi
yang berakibat fatal adalah terjadinya patah tulang panggul, yang merupakan
penyebab kecelakaan yang membawa maut apabila tidak ditangani dengan serius.
Berdasarkan data dari Third National
Health and Nutrition Examination Survey tahun 2000 yang mencakup pengukuran
densitas mineral tulang. 20% wanita dan 5% laki-laki berusia 50 tahun keatas di
Amerika Serikat menderita osteoporosis yang menjadi penyebab utama dari resiko
retak atau patah tulang. Kira-kira 250.000 kasus tiap tahun di Amerika Serikat
mengalami patah tulang panggul yang memiliki tingkat mortalitas tinggi.
Menurut
hasil analisa data yang dilakukan oleh Puslitbang Gizi Depkes pada 14 propinsi
pada tahun 2004 menunjukkan bahwa maslah osteoporosis di Indonesia telah
mencapai tingkat yang perlu diwaspadain yaitu 19,7%. Itulah kecenderungan
osteoporosis di Indonesia 6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan Negara
Belanda. Lima propinsi dengan resiko osteoporosis yang tinggi adalah Sumatra
Selatan (27,7%), Jawa Tengah (24,02%), DI Jogyakarta (23,5%), Sumatra Utara
(22,82%), Jawa Timur (21,42%) dan Kalimantan Timur (10,5%). Bila dibandingkan
dengan di dunia, Indonesia menempati urutan keempat dunia sebagai Negara yang
mempunyai penduduk lanjut usia paling banyak setelah Cina, India dan Amerika.
Sebagai konsekwensinya, Indonesia menghadapi masalah-masalah penyakit yang
ditimbulkan akibat lanjut usia, salah satunya osteoporosis. (www. Depkes
RI,2004).
Penelitian lain di kota Jakarta,
Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan pada tahun 2002 juga makin menunjukkan
bahwa osteoporosis di Indonesia sudah seharusnya diwaspadai. Dari 101.161
responden, ternyata 29% diantaranya telah menderita osteoporosis (Depkes
RI,2004). Di Jakarta, sebuah Rumah Sakit swasta yaitu Rumah Sakit Siaga Raya
khusus Orthopaedi manunjukkan dalam tahun 2008 terdapat pasien yang mengalami
patah tulang panggul sebanyak 74 orang, dimana telah dilakukan tindakan operasi
maupun konsevatif dengan menggunakan obat-obatan.
Insiden (angka kejadian) osteoporosis
pada wanita lebih tinggi dibandingkan pria. Satu dari tiga wanita mempunyai
kecenderungan terkena osteoporosis yang biasanya terjadi pada wanita paska
menopause, sedangkan pada pria insidenya lebih kecil yaitu 1 dari 7 pria.
Osteoporosis menjangkit pada usia di atas 45 tahun. Namun berdasarkan
penelitian lain, wanita usia muda yaitu 23 tahun juga beresiko mengalami
osteoporosis. (Depkes RI,2004)
Penyebab osteoporosis di pengaruhi
berbagai faktor dan pada individu bersifat multifaktor seperti gaya hidup tidak
sehat (maerokok, minum alkohol, soft drink, kopi,mengkonsumsi nutrisi dengan
kadar lemak yang tinggi), kurang gerak atau tidak berolahraga serta pengetahuan
mencegah osteoporosis yang kurang yaitu kurangnya mengkonsumsi kalsiaum dan
vitamin D. Vitamin D secara alami bisa kita dapatkan dari sinar matahari.
Menurut Menteri Kesehatan RI tahun 2004,
osteoporosis sering disebut sebagai “silent killer diseases”, seperti
penyakit kronik lainnya osteoporosis tidak menunjukkan gejala awal dan tidak
dapat terdiagnosa, hingga terjadinya patah tulang (Depkes RI,2004). Perubahan
massa tulang dapat dideteksi dengan pemeriksaan kalsium dalam darah. Dengan
kemajuan teknologi osteoporosis dapat dideteksi dengan cara yang mudah yaitu
dengan menggunakan alat Bone Densito Metry (BDM), bagian yang diukur
adalah lengan bawah, tulang punggung atau tulang panggul. Dari hasil
pemeriksaan tersebut akan menginformasikan kandungan mineral tulang, densitas
tulang dan presentasi massa tulang, sehingga resiko berkembangnya patah tulang
dari penderita dapat dideteksi terlebih dahulu. Rumah Sakit Siaga Raya merupakan
salah satu rumah sakit swasta yang terfokus memberikan pelayanan di bidang
orthopaedi menyediakan fasilitas untuk pemeriksaan kepadatan tulang yang dapat
menunjang diagnose terhadap pasien sesuai dengan keluhan yang dirasakan
penderita. Pada tahun 2001 Rekam Medik Rumah Sakit Siaga Raya mrncatat sebanyak
129 pasien yang di diagnose osteoporosis, pada tahun 2002 jumlah yang tercatat
sebanyak 160 pasien sedangkan pada tahun 2003 mengalami penurunan, jumlah yang
tercatat sebanyak 108 pasien. (Rekam Medis RS. Siaga Raya, 2001-2003)
2. Empiris
Masalah osteoporosis di Indonesia telah
mencapai tingkat yang perlu di waspadai. Berdasarkan data Puslitbang izi
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, penderita osteoporosis yang terdapat
di Indonesia telah mencapai 19,7 % dan berada di rutan ke 6 setelah Cina.
Organisasi kesehatan dunia(World Health Organization - WHO) menyatakan bahwa
penyakit osteoporosis sudah saatnya mendaatkan perhatian yang lebih serius.
Sebagian besar masyarakat masih percaya bahwa penyakit tersebut merupakan
sesuatu yang tidak perlu di khawatirkan karena di anggap suatu keadaan yang
biasa pada usia lanjut. Osteoporosis menyerang baik wanita maupun pria. Namun
dari data yang ada, resiko terjadi penyakit tersebut lebih tinggi di derita oleh
wanita. Data terakhir mengungkap bahwa saat ini lebih dari 200 juta wanita di
seluruh dunia menderita osteoporosis. Umumnya diderita oleh wanita monopouse (±
50 tahun), dengan kata lain 1 di antara 3 wanita usia tadi mempunyai resiko 40%
menderita patah tulang.
3.
Rumusan
masalah
a. Bagaimana
perkembangan tulang sampai terjadinya osteoporosis?
b. Apa
akibat dari osteoporosis?
c. Bagaimana
cara pengobatan osteoporosis?
d. Apa
saja zat gizi pencegah osteoporosis?
e. Apa
bahan makanan pencegah osteoporosis?
f. Apa
resep-resep untuk mencegah dan mengendalikan osteoporosis?
4.
Manfaat
Dari
hasil penulisan artikel ilmiah ini penulis dapat mengetahui berbagai manfaat
sebagai pengetahuan diantaranya :
1. Penulis
dapat mengetahui tanda-tanda osteoporosis
2. Penulis
dapat mengetahui bagaimana perkembangan tulang sampai terjadinya osteoporosis
3. Pelulis
dapat mengetahui jenis-jenis osteoporosis
4. Pelulis
dapat mengetaui faktor risiko terkena osteoporosis
5. Pelulis
dapat mengetaui akibat dari osteoporosis
6. Pelulis
dapat mengetahui cara pengobatan osteoporosis
7. Pelulis
dapat mengetahui zat gizi pencegah osteoporosis
8. Pelulis
dapat mengetahui bahan makanan pencegah
osteoporosis
9. Pelulis
dapat mengetahui resep-resep untuk mencegah dan mengendalikan osteoporosis.
B. Landasan Teori
Istilah osteoporosis sudah di kenal
sejak zaman Yunani kuno. Osteoporosis berasal dari kata osteo berarti tulang dan porosis
berarti berlubang, dengan demikian, secara keseluruhan, osteoporosis berarti
tulang yang berlubang atau keropos.Osteoporosis merupakan penyakit yang
menyerang tulang dimana keadaan tulang menjadi rapuh (fragile) dan mudah mengalami patah (fraktur). Osteoporosis bisa menyebabkan patah tulang.
Osteoporosis biasa disebut silent killer disease karena terjadi
secara diam-diam dan tidak menampakan gejala yang jelas. Banyak cara yang biasa
dilakukan untuk pegobatan osteporosis. Antara lain melalui terapi medis dengan
menggunakan obat, terapi hormonal dan terapi alamiah.
Pada abad ke 21 penyakit osteoporosis
atau biasa di kenal penyakit keropos tulang merupakan suatu endemik baru yang
sulit di deteksi sejak sejak dini dan mengakibatkan pencegahan terhadap
penyakit ini cenderung terlambat. Data dari yayasan osteoporosis internasional
menyebutkan bahwa menyakit ini telah menyerang 200 juta orang di seluruh dunia.
Di Amerika Serikat sekitar 44 juta orang telah menderita osteoporosis.
Sedangkan di Eropa, Jepang, dan China 115 juta orang juga menderita penyakit
osteoporosis. Bahkan departemen kesehatab Indonesia pada tahun 2006 m3nyatakan
bahwa 19,7 % dari penduduk Indonesia menderita penyakit osteoporosis.
Osteoporosis termasuk gangguan penyakit
gangguan metabolisme yang disebabkan tubuh kehilangan kemampuannya dalam
menyerap dan menggunakan bahan-bahan mineral untuk proses penulangan secara
normal.
Osteoporosis (tulang keropos) biasa
disebut silent killer disease karena dan tidak menampakan
gejala yang jelas.umumnya, penderita tidak mengeluh sakit, kecuali nyeri pada
tulang, postur tubuh cenderung bungkuk atau tinggi badan berkurang.
Osteoporosis bisa menyebabkan patah tulang meskipun dengan cedera yang sangat
ringan. Osteoporosis di bedakan menjadi dua, yaitu osteporosis primer dan
osteoporosis sekunder. Osteoporosis primer terjadi khususnya pada wanita yang
di percepat dan di perberat dengan turunnya atau hilangnya hormon estrogen
dalam tubuh ketika berusia lanjut, untuk itu sebelum terlambat sebaiknya kita
mencegah terjadinya osteoporosis sejak dini.
C. Pembahasan
1.
Definisi
Osteoporosis
didefinisikan sebagai berikut :
- Osteoporosis adalah suatu penyakit dengan sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah disertai perubahan-perubahan mikro arsitektur dan kemunduran kualitas jaringan tulang yang akhirnya menyebabkan terjadinya peningkatan kerapuhan tulang dan peningkatan kemungkinan resiko terjadinya patah tulang (WHO,1992)
- Osteoporosis adalah kondisi dimana tulang menjadi rapuh dan mudah retak atau patah, karena kekurangan kalsium. (DepKes RI).
2.
Tanda-tanda
osteoporosis
ü Tinggi
badan memendek
ü Nyeri
pada tulang
ü Sakit
pinggang
ü Tubuh
bungkuk (kyposis)
3.
Proses
perkembangan tulang sampai terjadinya osteoporosis
Tulang
merupakan struktur hidup yang di dalamnya terdapat protein, mineral, terutama
kalsium dan fosfor. Jika tubuh tidak mampu mengatur kandungan zat gizi tersebut
dalam tulang maka tulang menjadi kurang padat dan rapuh.
a. Struktur
normal tulang
Struktur tulang yang normal
terbentuk dari sel-sel yang kompak dan solid yang di kelilingi oleh jaringan
pengikat dan batang tulang (tulang spons) yang di dalamnya terdapat sumsum.
a. Perubahan
massa tulang sepanjang fase kehidupan
Pada massa anak-anak dan remaja
tulang berubah menjadi padat, pada umur 25 tahun pertumbuhan dan perkrmbangan
tulang telah mencapai batas maksimum
(puncak masa tulang). Puncak masa tulang bervariasi, umumnya lebih
tinggi pada pria di bandingkan pada wanita. Kehilangan masa tulang berhubungan
langsung dengan peningkatan usia baik pada pria maupun wanita. Penurunan massa
tulang di mulai pada usia 40 tahun dan terus berlangsung hingga akhir masa kehidupan.
b. Perubahan
struktur tulang pada penderita osteoporosis
Struktur tulang penderita
osteoporosis menjadi rapuh, pengeroposan terjadi baik pada tulang kompak maupun
tulang spons. Kerja (sel pembentuk tulang) sehingga kehilangan masa tulang
tidak dapat di hindaridan kepadatan tulang menjadi berubah. Akibatnya tulang
menjadi keropos, tipis dan mudah mengalami patah, terutama pada tulang
pergelangan.
c. Jenis-jenis
osteoporosis
1. Osteoporosis
primer
Osteoporosisprimer
adalah Osteoporosis yang terjadi akibat proses akiat proses penuaan, jenis ini
ada 2 tipe, yaitu :
ü Osteoporosis
ppost-menopausal
ü Osteoporosis
sanilis (pada pria)
2. Osteoporosis
sekunder
Osteoporosis
sekunder terjadi karena adanya penyakit tertentu yang dapat mempengaruhi
kepadatan massa tulang dan gaya hidup yang tidak sehat disebabkan :
ü Penyakit
endokrin
ü Keganasan/kanker
ü Obat
cortico steroid
ü Merokok
ü Minuman
beralkohol
ü Kurang
aktivitas
4.
Faktor
Resiko Osteoporosis
Berdasarkan hasil penelitian dan
data statistik, faktor risiko terkena osteoporosis wanita > pria.
1. Jenis
kelamin
Wanita mempunyai risiko terkena
osteporosis lebih besar dari pada pria. Sekitar 80% di antara penderita
osteoporosis adalah wanita, itu disebabkan karena tulang wanita 4 kali lebih
kecil di bandingkan dengan tulang pria. Nilai massa tulang wanita umumnya hanya
sekitar 800 gram lebih kecil di bandingkan pria yaitu sekitar 1200 gram.
2. Umur
Semakin tua umur seseorang, resiko
terkena osteoporosis menjadi semakin besar.
3. Ras
Semakin terang warna kulit
seseorang maka resiko osteoporosis semakin tinggi. Orang kulit putih > orang
kulit hitam. Ras Asia memiliki insiden terkena osteoporosis lebih besar di
bandingkan dengan Ras Afrika.
4. Riwayat
keluarga
Orang yang mempunyai keluarga
penderita osteoporosis lebih cenderung beresiko terjadinya osteoporosis di
bandingkan dengan keluarga yang tidak mempunyai riwayat osteoporosis
5. Tipe
tubuh
Semakin kecil rangka tubuh maka
semakin besar resiko terkena osteoporosis.
6. Monopouse
Osteoporosis pada monopouse terjadi
akibat jumlah estrogen dan progesteron menurun.
5.
Akibat
osteoporosis
1. Patah
tulang pergelangan
2. Patah
tulang belakang / punggung
3. Patah
tulang pinggul
6.
Cara pengobatan osteoporosis
ü Terapi
medis
Terapi medis dengan cara diberi
obat pereda sakit seperti paracetamol,
codein, co-dydramol, co-codramol, dan co-proxamol.
ü Terapi
hormon pada wanita :
ü Terapi
non-hormonal
ü Terapi
alamiah
7.
Zat
gizi pencegah osteoporosis
1. Kalsium
v Berfungsi
sebagai kepadatan tulang dan gigi
v Menabung
kalsium 500-1.000 mg/hari
v Sumber
kalsium :
§ Susu
dan produk olahannya
§ Ikan
§ Kacang-kacangan
§ Buah
dan sayuran terutama yang berwarna hijau seperti daun katuk, bayam, dan
lain-lain
2.
Fosfor
v Berperan
dalam klasifikasi tulang dan gigi
v Kebutuhan
harian 400-500 mg/hari
v Sumber
fosfor :
§ Daging
sapi
§ Daging
ayam
§ Ikan
§ Telur
§ Susu
dan hasil olahannya
§ Kacang-kacangan
§ Serealia
3. Mangan
dan boron
Mineral
lain yang terdapat dalam tulang dan berperan dalam pembentukan tulang adalah
mangan (Mn) dan boron (Bo).
4. Vitamin
D
· Berperan
dalam meningkatkan penyerapan kalsium dan mencegah penyakit rickets
· Sumber
utamanya adalah sinar matahari
· Sumber
lain :
Ø Kuning
telur
Ø Hati
sapi
Ø Krim
Ø Ikan
Ø Mentega
Ø Minyak
ikan
5. Fitoestrogen
(estrogen alami)
·
Berfungsi untuk meningkatkan aktivitas
hormon estrogen dalam tubuh pada masa monopouse, dimana kadar esterogen sangat
rendah, asupan fitoestrogen mampu berfungsi sebagai pengganti estrogen yang
melindungi tubuuh daru sindrom monopouse dan mencegah osteoporosis.
·
Sumber Fitoestrogen :
ü Kacang
kedelai
ü Apel
ü Anggur
ü Bawang putih
ü Brokoli
ü Cabai
ü Stroberi
ü Mentimun
ü Tomat
ü Wortel
8.
Bahan
makanan pencegah osteoporosis
Dalam upaya pencegahan
osteoporosis, konsumsi makanan sehari-hari selain memperhatikan angka kecukupan
berbagai zat gizi, juga harus memperhatikan pemilihan bahan yang dapat
menunjang kesehatan tulang. Bahan makanan tersebut yaitu :
1. Susu
dan produk olahannya seperti keju, yoghurt, dan es krim.
2. Ikan
yang di makan bersama tulangnya, seperti ikan teri (segar/asin), sarden kaleng,
bandeng presto, ikan balita, pepes ikan mas, ikan selar, dan ikan-ikan kecil.
3. Kacang-kacangan
dan produk olahannya seperti kacang kedelai di olah menjadi tempe, tahu, dan
susu kedelai.
4. Buah
dan sayur yang berwarna hijau, kuning, merah, atau oranye merupakan komponen
yang sangat sehat dan dapat digunakan pada diet dalam pencegahan osteoporosis,
seperti wortel, brokoli, kubis, bayam, tomat, mentimun, daun singkong,
kangkung, alpukat, pisang, jeruk, anggur, dan lain-lain.
9.
Resep
untuk mencegah dan mengendalikan osteoporosis
Resep
tradisional
1. Bandeng
presto
ü Bahan
: dua buah ikan bandeng yang sama besarnya
ü Bumbu
kasar : dua iris tipis lengkuas, dua lembar daun salam, satu batang sereh
di-geprek, dua lemar daun jeruk purut.
ü Bumbu
yang dihaluskan : empat siung bawang putih, dua buah bawang merah, satu centi
meter kunyit, satu centi meter jahe, satu buah cabai merah, garam secukupnya.
ü Cara
membuat : Bandeng di bersihkan, di buang isi perutnya, boreh bumbu halus ke
seluruh badan dan kebagian dalam perut, sediakan panci dan alasi dengan batang
daun, atur sebagian bumbu kasar.
ü Hidangkan
dengan cara di goreng.
2. Belut
cabai hijau
3. Gulai
daun singkong tumbuk
v Bahan
: 250 gram daun singkong, 50 gram ebi, 500 mili liter santan, satu lembar daun
kunyit, dua batang daun sereh, iris serong setebal satu centi meter, satu iris
lengkuas.
v Bumbu
di haluskan : lima buah bawang merah, empat buah cabai merah, dua centi meter
kunyit, dua centi meter jahe, satu sendok makan air asam, garam secukupnya,
minyak untuk menumis.
v Cara
membuat : daun singkong di rebus sebentar, tiriskan, tumbuk kasar. Ebi di rebus
air panas,tumis bumbu halus, agar santan tidak pecah api jangan terlalu besar
dan aduk-aduk.
Minuman
1. Mangga
egg nog
ü Bahan
: dua butir telur, pisahkan putih dan kuningnya, 75 mili liter whippy cream, 75 mili liter susu, 250
gram mangga matang di pohon, 150 mili liter air, 50 gram gula pasir.
ü Hiasan
: bubuk pala
ü Cara
membuat : kocok kuning telur bersama 25 gram gula pasir, masukan susu segar,
aduk-aduk, masukan pada panci, panaskan, gunakan api sedang, aduk selama 10
menit dan tiriskan. Kocok putih telur sampai mengembang, beri whippy cream aduk-aduk. Buat jus mangga,
campurkan semua bahan tadi, simpan dalam lemari es selama satu jam, hidangkan
dan atasnya di abur serbuk pala.
Jus buah dan sayuran pencegah
osteoporosis
1. Jus
anggur kiwi
ü Bahan
: 250 gram anggur, buang biji, potong-potong. 75 gram kiwi potong-potong, satu
per empat gelas yoghurt polos, satu per empat gelas es serut polos.
ü Cara
membuat : campur semua bahan, blender dengan juicer, hidangkan segera
2. Hula
kula
ü Bahan
: 100 gram nanas potong-potong, 75 mili liter santan, 75 mili liter kedelai, es
batu.
ü Cara
membuat : campur nanas, santan, dan susus ledelai blender dengan juicer,
hidangkan dengan es batu.
3. Susu
kacang hijau.
ü Bahan
: 100 gram kacang hijau rendam semalam, 750 mili liter air panas, dua lembar
pandan, satu batang sereh di geprek, dua centi meter jahe di geprek, dua sendok
makan simple syrup.
ü Cara
membuat : rendam kacang hijau, buang airnya, tambahkan air panas, masukkan soy bean milk maker, sisihkan, buang
ampasnya. Panaskan, beri pandan, sereh, jahe dan gula. Biarkan mendidih.
Hidangkan panas atau dingin.
D. Kesimpulan dan Saran
a. Kesimpulan
·
Osteoporosis adalh penyakit tulang yang dapat
menyebabkan patah tulang. Osteoporosis disebabkan adanya hubungan umur,
ras, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh dengan kepadatan tulang.
·
Diperoleh model terbaik dalam menentukan determinan
kepadatan massa tulang yaitu umur dan indeks massa tubuh merupakan variabel
yang dominan yang terhubung dengan kepadatan massa tulang.
·
Wanita lebih rentan mengalami osteoporosis dari pada
laki-laki.
·
Osteoporosis dapat dibagi menjadi 2 yaitu,
osteoporosis primer dan sekunder
·
Anak-anak dan remaja dapat juga mengalami osteoporosis
·
Untuk mencegah terjadinya osteoporosis dapt
mengkonsumsi makanan dan jus herbal tanpa efek samping diantaranya resep
tradisional yaitu bandeng presto, belut cabai hijau, dan
gulai
daun singkong tumbuk. Minuman
mangga egg nog. Jus buah dan sayuran pencegah osteoporosis jus anggur kiwi,
hula kula, dan susu kacang hijau.
b. Saran
Saran
penulis bagi masyarakat yang sudah berusia 20 tahun alangkah baiknya menjaga
pola makan, dan mulai makan makanan yang di sarankan pada buku ini. Bagi yang
sudah terlanjur menderita penyakit osteoporosis dan ingin sembuh dari penyakit
osteoporosis tersebut juga bisa menggunakan resep yang terdapat dalam buku ini.
DAFTAR PUSTAKA
Wirakusumah,
E.S. Mencegah Osteoporosis (Bogor:
Penebar Swadaya, 2007).
Wirakusumah,
E.S. Tetap Bugar di Usia Lanjut (Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 1997)
Magee,
E. Eat well for a Healthy Menopouse
(New York: John Wiley and Sons, 1996).
Hartono,
Muljadi. Mencegah dan Mengatasi Osteoporosis (Jakarta: Puspa Swara, 2001).